Keadaan Geografis dan Lingkungan Alam PERADABAN MESOPOTAMIA

Peradaban Mesopotamia berkembang di tanah pertanian yang subur di antara dua aliran sungai besar, Eufrat dan Tigris, di wilayah Asia Barat, atau di daerah yang kini menjadi Republik Irak (dan sebagian menyentuh wilayah Suriah dan Iran). Dalam Bahasa Yunani, kata mesopotamia berasal dari kata mesos yang artinya 'tengah' atau 'diantara', dan potamos yang berarti 'sungai'. Dengan demikian, secara harfiah mesopotamia berarti diantara sungai-sungai.

Image result for mesopotamia


Mesopotamia diyakini sebagai pusat peradaban kuno tertua di dunia. Bangsa Sumeria merupakan bangsa yang pertama kali mendiami Mesopotamia. Sekitar tahun 3000 SM, mereka berhasil membangun 12 Kota Utama, diantaranya UR, Uruk, Kish, dan Nippur. Sungai Tigris yang panjangnya mencapai 2.045 KM dan Sungai Eufrat dengan panjang 2.815 KM ini membentuk daerah pertanian yang subur, membentang dari Laut Tengah sampai ke Teluk Persia. Oleh karena itu, daerah ini sering dijuluki dengan istilah daerah bulan sabit yang subur (the fertile crescent).

Selain subur, secara geografis daerah Mesopotamia merupakan wilayah yang terbuka. Tidak ada benteng alam yang dapat melindungi daerah ini dari pedudukan dan invasi bangsa-bangsa lain yang tertarik akan kesuburan tanahnya serta letaknya yang strategis di dekat sumber air. Oleh karena itu, untuk melindungi diri dari serbuan bangsa-bangsa lain, penduduk awal Mesopotamia, yaitu Bangsa Sumeria, membangun benteng yang di luarnya diberi parit-parit lebar yang dialiri air.

Kendati demikian, sejarah mencatat bahwa benteng-benteng buatan itu tetap tidak dapat mencegah invasi berbagai bangsa-bangsa asing yang silih berganti menguasai wilayah ini, berturutu-turut Akkadia, Guti, Elam, Amori, Asyur (Asiria), Khaldea, Persia dan Macedonia ( Yunani ). Masing-masing penguasa mendirikan kota-kota terkenal diantaranya Babilon (oleh bangsa Amori), Niniwe (oleh bangsa Asyur) dan Selelukia  (oleh negara Macedonia ).
Image result for sumerian writing

Disini, sekitar 5000 tahun lalu, manusia pertama kali mengembangkan sistem penulisan. Disini juga, kota-kota pertama kali di dunia dibangun. Namun demikian, diantara sumbangan-sumbangan besar yang lain, pengenalan sistem penulisan oleh Bangsa Sumeria, disebut-sebut sebagai kontribusi terpenting dalam peradaban Mesopotamia terhadap Dunia. Itulah sebabnya, daerah yang dikenal dengan tanahnya yang subur ini disebut-sebut sebagai asal muasal peradaban (the cradle of civilization).

Kendati bahasa Sumeria itu sendiri tidak dikenal lagi, penulisannya yang disebut kuinneform dipakai dan diadaptasi bangsa Akkadia serta menjadi huruf utama untuk menulis catatan-catatan penting serta karya-karya sastra di lempengan-lempengan tanah liat. Ditemukan dalam jumlah ribuan diantara reruntuhan Babilon, Mari dan Niniwe, banyak dari lempengan-lempengan ini berisi gambar tanaman dan binatang yang hidup pada zaman itu. Daftar dinasti dan penguasa serta peristiwa-peristiwa besar juga tercatat di situ.

Sumber Gambar :
1. wikipedia
2. http://www.ancientscripts.com/images/su_signs.gif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat duduk di Kereta Logawa

Welcome to the Working world hey freshgrads!

Materialists