Deal With The Comments (+)
Pernah gak sih denger orang lain atau mungkin teman kalian sendiri bilang "Ih, kok kamu gitu?" dengan tampang kaget. Atau bilang "Ih ternyata kamu begini ya, aku kira kamu begitu..".
Yang pernah mana jempol kakinya!!
Aku juga pernah.. daaaaan yng paling mainstream bagi aku itu, "Ta, ternyata kamu gini ya.. aku kira kamu kalem loh." *sambilpasangtampangtakberdosa*
Dan itu biasanya diucapkan seseorang setelah aku melakukan sesuatu yang jarang aku lakukan (didepan mereka). Ehm, kayaknya gak jarang deh. ee ngga tau deh, gitu pokoknya wkwk.
Pokoknya orang tersebut berkomentar tentang bagaimana ternyata 'aku' yang asli ternyata berbeda dengan 'aku' yang ada di pikiran mereka selama ini. Kalau dalam kasusku, aku dikira kalem, pendiam, dan lainnya yang sejenis gitu dah. Lalu, tiba-tiba aku iseng dikit, usil, lagi pengen pecicilan gitu, keluar deh komentar begitu dari mulut orang lain.
Ohya, btw, aku pernah baca nih dari snapgram salah satu temanku. Jadi, katanya nih, kita yang asli itu hanya ada di pikiran kita. Dan orang lain itu punya versi berbeda-beda tentang kita di dalam pikiran mereka. Jadi, yang selama ini kita ngerasa kalau orang lain mikir kalau kita begini, belum tentu. Bisa aja kita malah jadi versi orang lain gitu di dalam pikiran orang lain. Ngerti nggak? Kalau ngerti Alhamdulillah, kalau enggak, yah mohon maaf lahir dan bathin ya.. Aku mungkin belum terlalu ngerti tentang hal ini dan belum bisa menjelaskan dengan baik #eaa
Well, jujur aku sih nggak masalah dengan komentar itu. Iya, enggak.. *nangisdipojokan*
Kalau kalian gimana? Sama nggak? Mungkin ada kan orang yang tersinggung atau terganggu dengan semburan komentar seperti itu..
Nah, jadi aku mau share opini aku nih tentang hal tersebut.
Oke, langsung aja ya. Jadi, entah kenapa ketika hal tersebut terjadi, aku menganggapnya tuh sebagai alarm atau pengingat gitu bagi aku. Mungkin tingkahku agak lagi melewati batas atau gimana. Nah, pokoknya setelah mereka 'mengingatkanku' seperti itu, maka aku jadi sadar lagi gituu.
Kan ada tuh hal-hal yang sebaiknya kita ucapkan atau kita lakukan pada saat yang tepat dan pada orang yang tepat. Eeaa apaan dah.
Terus yang kedua, aku tuh alhamdulillah udah cukup senang dengan pendapat orang tentangku (yang baik) itu. Seperti yang kasusku aku dikira kalem bgt ternyata aslinya iseng dikit, pecicilan dikitt. Setidaknya berarti selama ini pemikiran mereka terhadap aku baik, walaupun aku agak mengecewakan mereka dikit xD
Ya, aku tahu pasti ada yang mikir, "ngapain terlalu mikirin ekspektasi orang terhadap kita". Aku setuju kok dengan pernyataan tersebut. Tapi, kalau ternyata hal itu bisa membuat kita lebih mengevaluasi diri dan menjadi lebih baik, kenapa enggak? :)
Kadang nih ya, orang berkomentar karena peduli. Ya, walaupun kadang, atau bahkan mungkin jarang (?). Selebihnya cuma nyerocos unfaedah. Tapiiii, setidaknya itu membuktikan berarti masih ada yang peduli. Iya kan?
Karena yang aku takutkan ialah
suatu masa dimana orang hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri, tidak peduli dengan orang lain, tidak peduli dengan lingkungan sekitar.
Jadi, hargailah orang yang peduli selagi masih ada! Okee~~
Nahh, yaudah kayanya segini aja nih curahan singkat dari aku kaliini. Semoga berfaedah dan bermanfaat bagi agan dan sistah yang sudah rela menghabiskan beberapa menit dalam hidupnya untuk membaca postinganku ini:")
(emang ada yang baca?:") )
(Tapi kalau ada.. Arigato Gozaimasu! Tengkyu so machh!❤❤❤❤)
I know, i know.. kalian masih ingin membaca postingan ini kan? belum ingin ini selesai kan? Iya kaan?? #pret
Yaudah deh, udah dulu ya. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung atau terlalu alay sehingga bikin pembaca autodiare.
Goodbye! See you in the next post!
Jgn lupa tinggalkan jejak ya
Komentar
Posting Komentar