Demi Kebaikan
Bonjouuuuuur!
Wah, udah cukup lama nih nggak bikin post :")
Ayoo, ada yang bisa nebak nggak di Post kali ini aku mau berbagi tentang apa?
A. Materi pelajaran
B. Cerpen
C. Pengalaman
D. Puisi
E. semua jawaban benar
Pasti pada males kan mikirnya, yaudah deh langsung aja aku beritahuuu wkwwk.
Di post kali ini aku ingin berbagi tentang seuprit pengalamanku yang aku harap bisa bermanfaat bagi siapapun yang membaca..
So, here's the story.. jadi tersebutlah seorang siswi kelas 12 jurusan IPS yang sedang melakukan pengecekan ulang data-data untuk UN (Ujian Nasional)-nya yang akan dilaksanakan 3 bulan yang akan datang. Pengecekan berlangsung berurutan sesuai absensi. Ohya, siswi itu adalah aku. Lalu, tibalah giliranku untuk maju mengecek data-data.
Oke, pertama nama lengkap benar. Alamat benar. Nama orangtua benar..........dll hingga tibalah... pada mata pelajaran peminatan. Glek! Kok??
Aku cek lagi apakah aku salah liat, tetap aja hasilnya sama. UN PEMINATAN : EKONOMI.
Lalu, dengan jantung yang masih konser, aku bertanya kepada wali kelasku.
"Bu, ini kok UN-nya Ekonomi?"
Wali kelasku pun lalu mengecek data lain yang dipegangnya berulang kali dan akhirnya berkata,
"Eh, iya, ya.. Padahal di data sekolah SOSIOLOGI kok, nih"
Aku pun melihat dengan seksama data yang ditunjukkan walikelasku. Ternyata data dari sekolah benar, tertulis bahwa UN Peminatanku adalah SOSIOLOGI, sesuai pilihanku. Aku tak bisa berkata, jadi aku ngangguk saja.
"Jadi.. gimana ya, Bu?"
"Waduh, ini datanya sudah data dari pusat. Jadi susah kalau mau diubah lagi."
Ya, tambahlah konser jantungku dengarnya. Tapi, entah kenapa aku agak senang sedikit gitu, lah? Iya, aku kaget sekaligus senang. Sepertinya aku suka hal tidak terduga/? wkwk gatau deh,
Oke, jadi sekarang pake bahasa biasa aja ya wkwkw. Singkat cerita, aku beberapa kali bolak-balik kantor untuk bertanya kejelasan mengenai UN-ku ini. Di oper sana-sini sudah biasa:") Berulang kali aku tanya, berulang kali jawaban wali kelasku,
"Kalau dari pusat susah untuk diubah, Nak.. Nanti ibu coba tanya lagi. Yang penting kamu mulai belajar mata pelajarannya itu (ekonomi)"
Tentu saja aku cerita sama orang-orang terdekatku; teman, keluarga. Mereka pun menyarankan aku untuk petrus walikelasku itu dan tanyakan kejelasannya. Aku juga usaha, dan apapun hasilnya nanti aku serahkan sama Allah SWT.
Entah kenapa, emang awalnya tuh aku kaget gitu. Tapi, lama-kelamaan aku berharap jangan sampai ini berganti lagi gitu, semoga ini aja. Ya, meski aku belum ada persiapan samsek untuk belajar UN Ekonomi.
Tapi, aku kayak ngerasa tertantang gitu loh, kayak pengen ngetes diri sendiri. Sanggup nggak sih aku kalau benar-benar UN-nya ekonomi? Untuk kalian yang suka hitung-hitungan, suka dengan pelajaran ekonomi sih gapapa.. Lah aku? Jujur aja, dari kelas 1 SMA, ekonomi itu salah satu pelajaran yang paling aku hindarin. Yang nggak aku dalemin gitu. Ya, belajar ekonomi hanya sekedar yang-penting-lewat-KKM aja.
Iya, aku emang nggak suka dengan ekonomi. Kalau dengar kata ekonomi, aku langsung menghela nafas panjang wkkww. Intinya aku nggak tertarik deh dengan ekonomi. Tapi, bukan berarti aku benci loh ya... Kalau kata temanku gaboleh benci pelajaran, nanti ilmunya susah masuk dan aku percaya itu.
FYI juga nih, kalau disuruh urutin 4 pelajaran ini berdasarkan yang aku suka --> SOSIOLOGI, EKONOMI, GEOGRAFI, SEJARAH INDONESIA.. Ekonomi bakal jadi yang nomor 4, i'm sorry ekonomi :(
Urutannya bakal gini nih:
1. Sosiologi
2. Geografi
3. Sejarah Indonesia
4. Ekonomi
dan aku dipilihin Allah untuk menghadapi pelajaran no.4 itu, oke.. challenge accepted! eaa.
Terus, kan, waktuku hanya 3 bulan kan ya, untuk belajar tuh ekonomi tercinta dari awal, yaudah aku berusaha mencintai doi dong. Motivasi terbesarku adalah feelingku yang mengatakan bahwa ini tuh sebenarnya bukti sayang Allah sama aku, Allah lagi milihin yang terbaik untukku.. Yang lain, fine-fine aja, UN nya bener, kok aku beda? Nah, berarti itu tandanya Allah sayang kan.. wkwkw, that's my logic serius. Atau mungkin ya bisa dibilang husnudzan. Husnudzan sama Allah itu penting kan guysss.
Aku pun mulai beli detik-detik USBN Ekonomi (karena yg UN ga nyampe ke sekolahku) dan mencari materi-materi ekonomi dari sumber manapun. Youtube, rangkuman-rangkuman dari square, dari Twitter, zenius dan buku cetak dan lks ekonomiku waktu kelas x dan xi yang tak tersentuh gitu :')
Btw, fyi lagi wkwkw, aku tuh kalo bikin rangkuman sukanya dari yang kaya buku cetak berbentuk pdf gitu, atau materi yang berbentuk pdf, bukan hasil tulis tangan terus di scan. (oke, gapenting wkkw). t
Ohya, tahu gak sih, entah gimana ceritanya, aku yang udah kelas 12 nggak tahu apa itu hukum gossen, permintaan, penawaran, elastisitas, dll yang padahal itu materi kelas x :"") Tapi, ya alhamdulillah lumayan ngerti sekarang.
Pokoknya, aku tuh kalau yang lain belajar soal-soal sbmptn, aku lebih sering belajar UN ekonomi ini.. nggak tahu kenapa, aku tuh mikirnya kalau materi SBMPTN ya dari materi kelas x, xi, xii dong harusnya dan itu berarti ga jauh-jauh dari materi UN Ekonomi jadi ya belajar UN Ekonomi kurang lebih sama dengan belajar SBMPTN untuk TKA; Ekonomi-nya.. tapi yang aku maksud dengan belajar UN itu, pelajari tiap materinya. Bukan sekedar soal-soal aja gitu. Tapi pahami dan kuasai materi. wkwwk au ah ribet, gitu deh pokoknya.
Aku berharap gitu dengan mempelajari materi UN ekonomi ini, bisa ngebantu aku di sbmptn. Tapi, aku tetap belajar ekonomi yang sbmptn kok, jaga-jaga.
Aku berharap gitu dengan mempelajari materi UN ekonomi ini, bisa ngebantu aku di sbmptn. Tapi, aku tetap belajar ekonomi yang sbmptn kok, jaga-jaga.
Jadi, ya selama tiga bulan itu aku berusaha aja semaksimal mungkin. Alhamdulillah, rasa tidak sukaku ke ekonomi berubah dengan cepat menjadi rasa penasaran dan kemudian jadi nyaman dan senang dalam belajar ekonomi seiring bertambahnya materi yang aku pahami.
Singkat cerita, beberapa hari yang lalu sekolahku melakukan pembagian SKL dan nilai UN.
Aku lihat nilai tuh langsung ke angkanya aja, ga liat mapelnya dulu gitu kan.. Terus pas liat ke suatu angka, aku mikir gini, "Hah? Nilai apa nih? Kok tinggi banget?" *bukan bermaksud sombong yaa, tapi cuma ingin menceritakan apa yang benar-benar ada di benakku waktu itu. Terus aku telusuri ke samping dan ternyata itu nilai EKONOMI.
Iya, ekonomi:"""""""""")
Nilai UN tertinggiku alhamdulillah jatuh kepada pelajaran EKONOMI... Bahkan bisa mengalahkan pelajaran Bahasa Inggris yang memegang label 'pelajaran favoritk'u :"""") Alhamdulillah..
Lihat, kan? Baiknya Allah :") Semakin sadar betapa pentingnya husnudzan sama Allah.. Ini yang mau Allah kasih ke aku, dibalik lelahnya belajar ekonomi dari awal, padahal di sisi lain sosio udah hampir tuntas aku pelajari..
Jadi, pesanku untuk siapapun yang membaca, termasuk ke diriku ini jika suatu saat membaca ini lagi, jangan pernah su'udzan ya sama Allah :"") saat kenyataan tak sesuai harapan, saat hal tak terduga terjadi dan mengacaukan, kamu diharapkan untuk husnudzan. Yakinlah, dibalik itu, ada kebaikan yang Allah rencanakan dan akan Allah tunjukkan ketika waktunya tiba.
Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita!
Komentar
Posting Komentar