Biarlah Luka Berbicara

Faktanya adalah diri ini masih sering lupa..
Sering merasa lebih daripada yang seharusnya.. 
padahal kenyataannya tidak serupa..
Hingga akhirnya ketika jatuh, baru menyadari
Hingga akhirnya sakit sendiri

Siapa yang harus tanggung jawab?
Sakit ini..
Ulah diri sendiri

Bersyukur tapi meninggi
Hingga lupa untuk rendah hati
Hingga akhirnya ketika tersungkur
Terluka
Baru pikiran terbuka

Entahlah

Biarlah luka menggores arti
Pada hati
Yang sulit memahami

Biarlah luka berbicara
Pada jiwa--
Yang susah diajak bekerjasama

Biarlah luka berbicara
--Berbicara 
Pada
Jiwa
Yang terus lupa
Bahwa
Dirinya
Sama
Saja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat duduk di Kereta Logawa

Welcome to the Working world hey freshgrads!

Materialists