Bad Choice

 Pilihan.

Salah satu topik yang menurutku sangat menarik.

Bahkan bisa dibilang, salah satu alasanku tertarik dengan psikologi..

Aku tertarik dengan alasan mengapa orang "memilih" untuk melakukan sesuatu, alasannya.. 

Yang mana sangat berhubungan dengan "pilihan".

Memilih diantara sekian pilihan merupakan hal yang kita lakukan sehari-hari.

Dari keputusan yang paliing kecil hingga yang paling kompleks.

Hidup penuuh dengan pilihan.

Dari pilihan-pilihan tersebut, kita pilih satu hingga jadilah sebuah keputusan.

Nah, yang ingin aku bahas disini adalah tentang pilihan dan keputusan tersebut.


Aku tahu dan mengakui bahwa aku sendiri emang lamaa dalam membuat keputusan.

Ketika dihadapkan pada berbagai pilihan, aku cenderung lama dalam berpikir dan menentukan keputusan.

Walaupun gak selalu gitu juga sih. Terkadang juga aku bisa cepat yakin pada suatu hal.

Nah, aku tuh kepikiran gini..

Ketika kita memilih suatu pilihan, pasti kita mempertimbangkan dan berpikir bahwa itu baik untuk kita kan..

Meski terkadang dalam prosesnya, kenyataannya justru berlawanan.

Pilihan yang kita pilih itu justru mempertemukan kita dengan masalah, kesulitan dan sejenisnya.

Lucu bukan?

Kalau gitu, kenapa kita memilih di awal? Kenapa tidak diacak saja pilihannya, toh dua-duanya belum tentu berjalan lancar kan..

Aku sempat berpikir gitu.

Tapi, kemudian aku sadar, tentu kita perlu berusaha dan mempersiapkan yang terbaik. Untuk prosesnya atau jalan ceritanya, itu adalah suatu hal yang kompleks, yang dipengaruhi oleh banyakkk hal yang menurutku paling utamanya adalah "Kehendak Tuhan".

Kalau boleh jujur, aku ngerasa kalau aku sendiri sering susah menentukan keputusan, lalu nggak tau kenapa terpilih deh salah 1 pilihan.. lalu dalam prosesnya aku cukup banyak menemukan kesulitan/hambatan. Tapi, justru hambatan-hambatan tersebut yang bikin aku belajar, mengupgrade diri... 

Ohya, coba deh pikir. Pilihan itu kan ada, minimal ada 2 hal kan yang bisa dipilih. Nah, diantara itu, pasti ada yang lebih baik dari yang lain, meski kadang-kadang diantara pilihan tersebut terlihat sama-sama baik dan membingungkan, anggaplah 1 pilihan baik 1 pilihan buruk. Nah, ketika kita sudah mempertimbangkan banyak hal diantara 2 pilihan tersebut, kita akan cenderung milih pilihan yang baik/lebih baik kan?

Nah, yang ingin aku bahas adalah, ketika kita tidak bisa memilih. Dalam hidup ini, ada kondisi dimana kita bisa memilih dan ada kondisi dimana kita tidak memiliki kontrol. Contohnya, output hasil usaha kita. Kita tidak bisa memilih untuk mendapatkan output yang selalu baik.. Terkadang kita akan mendapatkan hal yang tidak baik dalam hidup kita, seolah kita memang harus "memilih" itu. Dengan begitu, berarti seolah kita memilih "pilihan yang buruk", bukan? Iya, buruk bagi kita.....awalnya.


Padahal pilihan yang terlihat buruk itu tidak selalu buruk. Seringkali terdapat pelajaran, kejutan dan hal-hal tidak terduga yang kita dapatkan pada "pilihan buruk" tersebut. Dan juga, sebagaimana dunia ini berjalan dengan adil, maka pikirkanlah.. ketika kita diberikan kendali atas semua hal, kita pasti akan memilih "pilihan yang baik" bukan? Semua orang akan memilih pilihan yang baik.. Lantas, siapa yang mendapat pilihan buruk tersebut? Sementara kita tahu bahwa ketika ada yang "baik" maka seyogyanya ada yang "buruk" atau minimal "kurang  baik".


Jadi, yang ingin aku sampaikan pada postingan ini adalah bahwa seringkali, memilih pilihan buruk ataupun "dipilihkan" pilihan buruk bukanlah sesuatu yang buruk.. Begitulah sistem dunia bekerja, begitulah bentuk keadilan Tuhan.. Dan sesuatu yang berat, menyusahkan kamu akan membentuk pribadimu menjadi lebih baik lagi bila kamu sabar dan ikhlas menjalaninya. 


Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk.


*note: btw ini tulisannya berantakan bgt wkkwkw gpp yaa, maklum ditulisnya dini hari dalam keadaan lumayan mengantuk... 

1.22 AM

28-2-2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat duduk di Kereta Logawa

Welcome to the Working world hey freshgrads!

Materialists