Mental Preparations for Exchange Student

Haii guys! Back with me, Talidah~

 Wah, ga terasa ya waktu berlalu… IISMA 2022 udah di depan mata aja…

 Oke, jadi, di post kali ini aku mau sharing mengenai persiapan mental buat the next IISMA Awardee nih, mungkin bisa juga untuk pejuang student exchange lainnya.. Persiapan mental?? Apa tuchh👀 Maksudnya adalah hal-hal yang bisa memberikan gambaran ke kalian gimana sih kehidupan exchange itu… (semoga ya :D) walaupun tentu saja belum tentu bakal persis kaya gini, tapi ya buat kalian kaum overthinking seperti aku pasti kadang membutuhkan suatu kisah atau gambaran dulu, gitu kan?….. :D so check it out!

      1. Lokasi kelas-kelas di host university


Jadi, guys, buat kalian yang baru pertama kali menginjakkan kaki di host university dan bingung sama gedung-gedung kelas, sistem pembelajaran, dan sebagainya.. Jangan khawatir!! Karena biasanya host university di luar negeri itu sering banget ngadain program-program untuk membantu maba-maba seperti kita. 

Contohnya, di NUIG kemarin, itu ada salah satu program yaitu Campus Tour yang diadakan beberapa kali dalam sehari gitu. Jadi, kita bisa pilih jam yang kira-kira cocok sama kita. Nah, di campus tour ini, kita bisa tahu dimana gedung-gedung kelas kita nanti, sekalian bisa kenalan sama temen baru juga gaiss. Tapi, ada sedihnya sih kemaren pas aku udah ketemu waktu yang cocok sama aku, terus aku daftar campus tour dan aku kan coba dateng tuh ke meeting point nya, sendirian, dengan rasa agak deg-deg ser, karena sempet takut juga ikut programnya jujurly hahah. Gimana kalau aku awkward? Gimana kalau aku gak dapet temen.. Sementara yang lain pada ngobrol? Dan banyak overthinking lain wkwk. Dont worry guys, menurutku pemikiran-pemikiran seperti itu wajar muncul bagi kita yang exchange di negara orang. Tapi, just do it! Dan itu yang aku lakukan. 

Eh, lanjut.. jadi sedihnya itu ialah setelah aku berjalan kaki selama 20 menit, dan sampai di meeting point nya, ternyata campus tour-nya di cancel karena “bad weather” :)) huhu sedih. Hal yang agak jarang terjadi di Indonesia yha, canceling events because of bad weather…. Tapi yasudah meskipun aku cukup sedih, aku ikhlas… #akurapopo #curhat. Ohya tips lain, karena tentunya kita hidup di era teknologi, jangan lupa dengan Google Maps guys. Itu membantu banget dalam mengeksplor kampus, kota exchange kita. Walaupun kadang suka gaje parah sih itu arah panahnya di Google Maps itu, tapi yaudahlah ya:))


2. Pembelajaran di home university

                    

                            (foto saat online meet bersama PPI Irlandia)            

Ini mungkin bakal berguna untuk temen-temen IISMA yang prodinya memberikan restu mengikuti IISMA dengan syarat untuk tetap menempuh perkuliahan online di home university, sepertiku:) Iya, jadi aku kemaren itu kuliah di NUIG dan di UB bersamaan. Di UB aku ambil 4 mata kuliah, 3 berpraktikum, 13 sks. Dan di NUIG aku ambil 3 courses (2 psychology, 1 english literature). Dan, ya jangan ditanya distress nya hahah. Nah, jadi tips dari aku itu, tulis jadwal materi-materi yang akan kalian pelajari per hari, dari awal banget sebelum kuliah mulai. 

Kalau aku pribadi, aku kan kadang suka kaya overwhelmed gitu ketika banyak banget yang harus aku pikirin, kayak sampe kadang tuh mikir “kemaren aku belajar apa sih di matkul x??” gitu karena udah kecampur-campur di otak….. jadi aku bikin jadwal topik pembelajaran tiap matkulku, per hari. Plus keterangan apakah pada pertemuan itu sinkron atau tidak. Kadang, sinkronnya cukup bertabrakan dengan jadwalku, contohnya waktu itu pernah tabrakan sama jadwal beli groceries-ku (jangan tanya kenapa ga diganti aja jadwal membeli groceriesnya wkwk, banyak pertimbangannya waktu itu dan emang jam segitu pas untuk beli groceries, so…. Ya gitu deh:)) ) jadi aku tetep jalan sambil mendengarkan penjelasan dari dosenku gitu. Sambil berniat juga insyaaAllah pas balik ke kamar nanti, aku bakal review dikit/baca lagi materinya supaya bisa lebih paham. Soalnya kan kalo dengarin aja gitu suka lupa kadang. 

Ohya, aku juga mau bilang sih.. Berdasarkan pengalamanku pribadi, ketika ada 2 pembelajaran yang berjalan gini, kadang mau gak mau kita terpaksa harus memilih prioritas yang mana. Dan jujur, kalau kemarin itu aku pribadi lebih prioritas-in pembelajaranku di NUIG. Nah contoh aku lebih memprioritaskan NUIG-ku itu seperti ketika kadang aku ikut kelas online di UB sambil mencicil tugas kuliah NUIG-ku/belajar materi NUIG-ku gitu.. Aku berusaha banget kok sebenarnya untuk bisa maksimal di keduanya, tapi seringkali ada keadaan dimana kita harus memilih..


3.Tanggungjawab Awardee


Nah, ini nih. Salah satu hal yang aku pelajari setelah (alhamdulillah) mendapatkan beasiswa, ialah; kalian punya tanggungjawab! Yaiyalah jelas kan hahah, kalian dikasih uang ini itu, dibiayain untuk belajar menuntut ilmu, tentu pasti ada yang diharapkan dari pihak pemberi beasiswa ke kalian kan. Jadi, ya itu akan menjadi tantangan juga bagi kalian sebagai penerima beasiswa. Mungkin karena aku pribadi baru pertama kali juga mendapatkan beasiswa, jadi aku yang kaya “oooh, gini ya rasanya dapat beasiswa”. Jadi, ya itu, persiapkan diri baik-baik, beasiswa ga selamanya indah. 

Ada momen dimana kalian diminta untuk ngasih berkas dengan waktu yang cukup singkat, ada momen dimana mungkin terjadi sesuatu, seperti setelah kalian melakukan pertemuan dengan PPI untuk bersosialisasi dan berkenalan, eh dilihat sama pihak kampus dan disalahkan karena kalian dianggap melanggar peraturan Covid-19, padahal kalian juga bingung dengan peraturan isoman Covid-19 di host country kalian… dan kesannya seperti kalian “nakal” dan gak taat pada prokes padahal kalian benar-benar stay di kamar, di apartemen the whole time, dan cuma keluar saat itu, buat meet up… 

But anyway hahah it’s okay, things happened right? Mungkin memang saat itu kami sedang cukup lalai dan harus lebih berhati-hati lagi dalam melaksanakan peraturan isoman. Jadi, ya, gitu.. Sebagai penerima manfaat dari beasiswa yang kalian dapatkan, tentu harus ada kerja keras juga kan yang kita berikan.. Harus ada keringat, karya dan sebagainya. So, persiapkan mental seorang awardee yang bertanggungjawab dan strong okay! Asiq.

 

Nah, ngomongin soal beasiswa dan percuanan, aku mau kenalin nih aplikasi yang bakal bermanfaat banget buat kalian para pejuang student exchange… kenalin nih Transfez! Apa sih transfez itu?

 

Jadi, transfez ini adalah salah satu aplikasi yang bisa membantu kita untuk transfer uang dari Indonesia ke bank di luar negeri! Nah, ini bakal membantu banget guys soalnya untuk kasusku sendiri, itu kan kita dapat uang beasiswanya melalui akun bank Indonesia. Dan ketika di luar negeri itu, bank Indonesia masih banyak yang sering ke-decline ketika kita gunakan untuk membayar sesuatu dan akan lebih mudah ketika kita punya bank luar negeri. Nah, untuk transfer uang-uang kita tersebut kita bisa menggunakan transfez ini! Terus, pertanyaan selanjutnya, kenapa harus transfez?

Well, buat kalian yang cukup irit dan hemat-pangkal-kaya seperti aku, itu kita kan sangat memperhitungkan uang-uang kita yang kesedot alias diambil biaya administrasi ketika kita mengirimkan uang kan. Jadi cocok nih sama kelebihan transfez yaitu flat fee alias berapapun uang yang kita kirim, biayanya akan tetap sama. Untuk Irlandia sendiri itu Rp. 74.000 guys. Selain itu, kalian gak perlu khawatir karena Transfez ini sudah berlisensi dan diawasi langsung loh sama Bank Indonesia! So, jadi untuk merangkum, berikut ini kenapa kalian perlu pake transfez:

Praktis, mudah bisa dimana aja dan kapan aja! (karena dari handphone)

Flat fee

Trusted! Berlisensi dan diawasi oleh Bank Indonesia

Aplikasi ini sendiri, ada baik di App Store dan Play Store guys, dan karena aku pakenya android, contohnya di Play Store seperti ini nih~

So, jangan lupa pake transfez yaa guys!

Kirim uang ke luar negeri dengan mudah, cepat dan aman? @transfez.id aja! Gunakan kode referralku “TALIDA” yaa untuk dapetin voucher GRATIS 3x transaksi biaya pengiriman!

#transfez #kirimuangkeluarnegri #sendmoneyabroad 


okee.. lanjut~


 4. Organisasi, Societies, Clubs


Nah kalau untuk organisasi ini, berdasarkan pengalaman, kemarin sewaktu exchange di Irlandia aku masih menjabat menjadi kepala salah satu departemen di organisasi ku di UB.. Jadi ya harus tetap handle dan kerja di organisasi ini juga waktu aku exchange. Menurutku ini tantangan banget sih. Karena perbedaan waktu, beban kerja juga karena termasuk jadi bahan pikiran juga:)) Tadinya, aku pribadi tetap merasa sepertinya aku bisa untuk tetap handle organisasiku selama kegiatan exchangeku, makanya aku nggak mengajukan surat pengunduran diri. Singkat cerita, sangat menantang juga ternyata…. 

Ya, dengan problemnya sendiri gitu. Contohnya, aku tuh sering nggak bisa ikut kegiatan online organisasiku karena perbedaan waktu, atau karena aku lagi ada kegiatan juga di Irlandia.. Mengurus IRP contohnya. Nah, hal-hal kaya gini, lama-lama bikin aku agak tertinggal info gitu dari teman-temanku. 

Jadi, kalau aku ditanya terkait pendapatku tentang tetap mengikuti organisasi selama exchange, menurutku lebih baik nggak usah dulu sih, supaya bisa fokus sama kehidupan exchange kita. Dan banyak banget societies/clubs yang bisa kamu ikutin di host university kamu, coba explore itu dulu. Atau volunteer dengan komunitas lokal di host country kamu, pasti seru banget. Saranku ya gitu, mindful dulu sama kegiatan exchange kamu, kegiatan real life di luar negerinya. 

Ketika kita tetap mengikuti organisasi, meskipun secara online, itu tuh suka aja kepikiran, atau harus menyempatkan waktu gitu kan untuk organisasi tersebut, menurutku ini membuat kita jadi kurang mindful terhadap exchange kita. Apalagi untuk yang IISMA itu cuma sekitar 4-6 bulan, jujur itu sebentar banget:”)) So, gitu guys, kalau bisa sih coba ajukan surat pengunduran diri, daripada keteteran nantinya. Tapi, kalau menurut kalian, kalian tetap bakal bisa me-manage dua kehidupan (online dan real-life) then go for it! Ga ada salahnya juga kan, balik lagi ke prioritas. You know what’s best for you^^

Oke guys, jadi untuk post kali ini segini dulu (padahal udah lumayan panjang banget ya, wkwk).. Semangat untuk pejuang exchange dimanapun kalian berada, insyaaAllah, i hope that exchange experience will be one of the memorable experiences that you will have! Semoga bermanfaat dan membantu yaa! Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mungkin kalau kalian ingin membagikan pendapat kalian di kolom komentar, boleh banget yaa! 

Thank you for reading<3




                                                


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat duduk di Kereta Logawa

Welcome to the Working world hey freshgrads!

Materialists