Death

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿ ١٨٥﴾

(Q.S. Ali Imran ayat 185)

Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. 

Jadi, beberapa minggu lalu, beberapa berita duka mengenai kematian kerabat dan saudaraku berdatangan silih berganti. Mulai dari kematian mertua pamanku, pamanku, hingga kakekku. Hal ini semakin menyadarkanku tentang usiaku. Udah kupakai untuk apa sisa usiaku ini??? Aku jadi tersadar, betapa mudahnya aku sedih karena suatu hal yang bersifat duniawi, hal yang sementara.

 Padahal suatu hari semua hal yang bersifat duniawi seperti harta, kekayaan, status, ke-famous-an dan sebagainya itu ga ada artinya, ketika kita terbaring di tanah. Kecuali harta itu digunakan untuk hal yang baik dan bisa bermanfaat... Suatu hari kita akan kembali ke tanah dan hanya berkainkan 1 helai.. Suatu hari kecantikan buatan dan sebagainya yang kita usahakan ya akan kembali lagi terurai ke tanah. Jadi, bismillah semoga kita bisa senantiasa berbuat baik ke sesama, bisa menjadi orang yang membawa dampak positif, bisa menggunakan sisa usia untuk beribadah dan hal yang baik, dan bisa senantiasa mempersiapkan bekal untuk di akhirat nanti aamin :)❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat duduk di Kereta Logawa

Welcome to the Working world hey freshgrads!

Materialists