Ubah
Aku baru sadar bahwa teman-teman lamaku tidak seperti yang dulu lagi. Mereka berbeda. Riasan-riasan di wajah mereka, pakaian mereka.. semuanya tidak sama lagi. Bahkan, sikap mereka padaku juga berubah.
Aku tahu, perubahan itu pasti akan selalu ada dan tak bisa dihindari. Namanya juga manusia, makhluk yang dinamis. Bahkan sel-sel dalam tubuh manusia juga senantiasa berganti menjadi yang baru. Hal itu menunjukkan bahwa manusia memang akan terus dihadapkan dengan perubahan.
Namun, salahkah jika ditengah-tengah perubahan teman-temanku ini, aku terus menjadi diriku yang lama dan memperlakukan mereka sama dengan yang dulu? Seperti, ketika aku bertemu dengan teman lamaku, aku akan menyapanya dengan hangat, seolah kami memang sering bertemu.
Aku akan terus memperlakukan teman yang dulu dekat denganku, selayaknya teman dekat, walaupun hmm mungkin aku dan dia tidak bertemu selama dua tahun, sepuluh tahun, bahkan 20 tahun. Karena menurutku tidak masalah seberapa sering/jarang bertemu, kalau seseorang sudah kuanggap teman dekatku, ya dia teman dekatku sampai kapanpun.
Namun, based on experience sekarang aku tahu bahwa tidak semua teman lamaku tetap temanku. Mungkin bagi mereka, aku telah expired?
Tapi, bagaimanapun juga, setiap orang memiliki pemikiran dan pandangan yang berbeda-beda. Pasti ada alasan dibalik tindakan-tindakan yang dilakukan.
La Tahzan Innallaha Ma’ana
BalasHapus